KESALAHAN PEREPSI DEMOKRASI

demokrasi

Indonesia adalah salah satu negara demokrasi yang sangat mengedepankan Musyawarah untuk mufakat. ini merupakan nilai yang selalu ditanamkan dalam pikiran masyarakat semenjak kecil.

Namun ketika seorang ingin mengutarakan pendapat yang merupakan pemikiran mereka yang datang dari prinsip pribadi mereka sendiri selalu dipersalahkan ketika bertentangan dengan pendapat para atasan atau yang dianggap atasan.

mari kita melihat budaya di negara indonesia tercinta yang harus mengutamakan hormat pada orang tua. tetapi para orang tua seakan lupa bahwa cara menanamkan nilai itu seolah-olah tidak boleh dilawan oleh anak-anaknya.

pernah saya membaca bahwa kategori menghormati itu adalah ketika seorang anak selalu mendapatkan teladan dari orang tua mereka. apakah ketika orang tua tidak mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya, anak-anak tersebut tidak boleh melawan?. inilah pertanyaan yang selalu muncul.

Islam telah memberikan contoh sosok Umar bin Khattab, yang selalu membantah para tetua Quraisy pada saat menentang penyebaran islam di Mekkah.  tetapi Umar selalu menghormati para tetuanya.

sekarang kita perlu merubah paradigma kita tentang demokrasi yang sebenarnya. Demokrasi itu sebenarnya adalah ketika kita melihat suatu kedzoliman dari para tetua kita, maka kita berhak untuk menentang, dengan diimbangi oleh teladan yang baik yang terus menrus kita lakukan.

itulah pendapat saya tentang demokrasi yang sebenarnya.

mungkin ini masih banyak kekurangannya, jangan dilihat dari negatifnya namun mari kita selalu melihat sisi positif dari pendapat ini.

oleh : Abi Zalfa

Leave a Reply