Cinta Bangsawan Kepada Jajar Karang

Sebuah Adat di Pulau Lombok yang sangat menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Pulau Lombok terkenal dengan Suku Sasak. Ada yang berpendapat bahwa Suku Sasak Pulau Lombok berasal dari perpaduan anatara Penduduk Asli Lombok dan Jawa.

Suku Sasak memiliki Tingkatan Kasta yang sudah sangat kita ketahui secara umum. Tingkatan Kasta tersebut adalah yang paling tinggi Bangsawan seperti Perwangsa (Bangsawan Tertinggi) yang Jika laki-laki disebut Raden dan Perempuan disebut Denda. Adapun Bangsawan yang kedua adalah Triwangsa (Bangsawan Rendahan) yang Jika laki-laki disebut Lalu dan Perempuan disebut Baiq. Tingkatan yang kedua adalah Bangsa Ama atau juga disebut sebagai Jajar Karang.

Bangsawan sering kita ketahui selalu membedakan tingkatan tersebut dan ini sering kita temukan pada saat perkawinan. Jika para Bangsawan menikah, maka sering memilih pasangannya dengan sesama Bangsawan. Namun tidak menutup kemungkinan ada juga yang menikah dengan yang bukan Bangsawan atau Jajar Karang.

Dalam sebuah Pendapat yang pernah saya temukan, jika Raden menikah dengan Denda maka keturunannya adalah Raden dan Denda. Jika Raden menikah dengan Baiq maka keturunannya akan turun tingkat manjadi Lalu dan Baiq.

Saya tidak terlalu banyak ingin membahas tentang silsilah tersebut, namun saya ingin konsentrasi pada pernikahan orang sasak yang sering terkendala oleh tingkatan kasta yang ada di suku sasak.

Banyak kita temukan pernikahan antara bangsawan dengan jajar karang yang selalu menimbulkan permasalahan diantara kelompok masyarakat pada umumnya. Kenapa semua itu menimbulkan permasalahan ?. Sebenarnya sudah hilangnya rasa cinta antar sesama. Yang ada hanya Ego dari masing-masing Kelompok Masyarakat tersebut.

Jika kita kembali kepada Ruh dari Adat sebenarnya adalah Cinta dan Kasih Sayang. Saya hanya berharap Adat Sasak yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, cinta dan kasih sayang ini akan kembali dan akan menjadikan Pulau Lombok ini sebagai Pulau yang sesuai dengan slogannya, PATUH PATUH PATJU, TATAS TUHU TRASNA, TIOQ TATAQ TUNAQ, dan selogan-slogan yang lain yang tidak hanya sebagai Selogan Selamat Datang di Daerah Lombok.

Semoga Hati kita menjadi tentram, adem dan tumbuh rasa cinta serta kasih sayang juga menghilangkan Ego yang akan menumbuhkan rasa sombong dalam diri kita.

 
[sgmb id=1]

Leave a Reply